Suasana Auditorium Lantai 5 Gedung Soedjarwo Universitas Jember pada Kamis (6/11) siang mendadak berubah menjadi panggung penuh semangat dan kreativitas. Tepuk tangan meriah mengiringi momen ketika Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., mengetuk clapperboard sebagai tanda resmi dimulainya UNEJ Film Festival 2025, pesta sinema tahunan terbesar yang selalu dinanti oleh civitas akademika. Kemeriahan kian terasa ketika layar pertama menampilkan film Sunyi dalam Rantang atau Whispers in The Dabbas, karya maestro perfilman Indonesia Garin Nugroho, yang membuka festival dengan nuansa reflektif dan sarat makna.
Dalam sambutannya, Rektor Iwan Taruna menyampaikan dukungan penuh terhadap ruang-ruang kreatif seperti UNEJ Film Festival. Ia menekankan pentingnya peran UNEFF sebagai wadah pengembangan kreativitas mahasiswa sekaligus peluang ekonomi baru bagi dunia perfilman kampus.
“Kita harus terus berkomitmen untuk menumbuhkan budaya kreatif, memperkuat literasi visual, serta mengembangkan potensi mahasiswa di bidang seni dan industri kreatif. Jadi, UNEFF ini juga diharapkan dapat memunculkan talenta-talenta baru. Ke depan, UNEFF bisa menjadi episentrum ekonomi baru, sehingga tidak bersifat sosial terus-menerus, dan menjadi media bagi para sineas untuk bertemu dengan para investor.”

Pembukaan festival tahun ini semakin istimewa dengan kehadiran Garin Nugroho secara daring. Dalam opening speech-nya, Garin membagikan pandangannya tentang film sebagai ruang hidup yang memuat pengalaman manusia.
“Terima kasih atas pemutaran film Sunyi dalam Rantang. Film sesungguhnya dalam sejarahnya disebut gambar hidup. Dalam perspektif ini, film selayaknya memberi jendela hidup, memberi daya hidup, dan memberi inspirasi hidup tentang berbagai kehidupan di negeri ini yang tidak setiap orang dapat alami, lihat, dan rasakan pengetahuan atau pengalamannya. Oleh karena itu, melihat film Sunyi
dalam Rantang dengan tema yang langka dalam film Indonesia, khususnya tentang peradilan atau permasalahan human rights, tentu memberikan daya hidup bagi pecinta film dan bagi Universitas Jember itu sendiri.”
talenta baru. Ke depan, UNEFF bisa menjadi episentrum ekonomi baru, sehingga tidak bersifat sosial terus-menerus, dan menjadi media bagi para sineas untuk bertemu dengan para investor.”

Selepas sambutan, penonton disuguhkan penayangan Sunyi dalam Rantang yang memukau dengan visual puitis serta narasi yang menggugah. Acara kemudian berlanjut ke sesi apresiasi dan diskusi yang dihadiri oleh Setawijaya, selaku line producer dan periset film tersebut. Para peserta terlihat antusias bertanya, menafsirkan makna, serta berdiskusi mengenai tema-tema yang diangkat dalam film.
Dengan ketukan clapperboard di tangan rektor dan hadirnya karya terbaru Garin Nugroho di layar besar, UNEJ Film Festival 2025 resmi dibuka sebagai perayaan sinema yang menghubungkan kreativitas, refleksi, dan semangat generasi muda Tapal Kuda dalam memaknai kehidupan melalui film.
